Bagaimana Gedung Menghadapi COVID-19

Sebagai tempat banyak orang beraktivitas bahkan bertempat tinggal, sebuah gedung tentunya sangat rentan terhadap isu penyakit menular. Satu orang saja kena disuatu apartemen misalnya, maka potensi penularannya akan jauh lebih besar dari pada landed house. Belum lagi masalah karantina yang jelas-jelas akan merugikan seluruh penghuninya.

Apa saja yang perlu disiapkan agar potensi penyebarannya dapat ditahan semaksimal mungkin ?

  1. Memantau / mengamati kecenderungan kesehatan para penghuni dan karyawan terutama yang berhubungan dengan pergerakannya dari daerah yang sudah terpapar virus.
  2. Menjaga kebersihan area umum, termasuk pembersihan benda-benda yang terpegang / dilalui banyak orang dengan disinfektan.
  3. Menyediakan hand sanitizer dan (bila lokasi memungkinkan) dibuatkan tempat cuci tangan dengan sabun dilokasi yang strategis.
  4. Melakukan pengukuran suhu tubuh yang bila memungkinkan ada alarmnya bila terindikasi demam atau suhu lebih dari 37,5 C. Bila lalu lintas padat bisa menggunakan thermal imaging yang mengukur suhu tubuh untuk beberapa orang sekaligus tanpa harus berhenti dan terkesan lebih sopan tanpa menghilangkan tujuannya.
  5. Menghimbau seluruh penghuni dan karyawan untuk menggunakan masker bila beraktifitas diarea umum, terutama bila transpotasinya menggunakan angkutan umum.
  6. Pengaturan jarak sosial (social distancing) untuk area umum, terutama lift dan mini market. Diupayakan tidak sampai terjangkau droplet bila ada yang batuk dan bersin. Kalau perlu semua fasilitas umum yang bukan utama (gym, balai warga, dll.) ditutup.
  7. Membatasi orang luar masuk, khususnya yang terkait dengan perbaikan / servis ke unit apartemen. Hanya yang terkait dengan jaringan / fasilitas bersama saja yang boleh.
  8. Sebisanya penghuni tidak keluar apartemen kecuali sangat penting. Belajar dan bekerja dirumah saja bila dimungkinkan. Khusus untuk karyawan Pengelola diupayakan bisa memperkecil pergerakan dengan pengaturan bekerja dirumah secara bergantian (WFH).
  9. Dibentuk tim yang bertugas khusus untuk upaya pencegahan dan penanganan kasus, termasuk SOP dan penyediaan APD (Alat Pelindung Diri) yang memadai.
  10. Memberikan informasi yang diperlukan bagi seluruh penghuni, dari hal-hal yang umum sampai dengan menghadapi situasi darurat.

Bila sudah dilakukan upaya semaksimal mungkin namun tetap ada yang lolos juga, dimana terjadi suatu kondisi dengan gambaran COVID-19 maka segera hubungi nomor telepon 112 atau 119. Jangan melakukan tindakan sendiri yang justru dapat memperparah keadaan.


Leave a Comment