Uang Servis Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Hotel & Restoran

Sebagaimana diketahui oleh seluruh usaha perhotelan dan restoran, dikenal adanya pengumpulan dana oleh manajemen dan pembagian uang servis kepada seluruh karyawan yang umumnya ditentukan sebesar 10% dari gross income hotel/restoran.

Service Charge tersebut merupakan bagian dari 21% tax & service, dengan perincian ; 10% pajak, 10% uang servis dan 1% penggantian kerusakan/kehilangan (handuk, gelas, dsb)

Komposisi pembagiannya tergantung kebijakan manajemen ; ada yang sama rata, membesar ditingkat atas atau membesar ditingkat bawah.

Seringkali besaran uang servis tersebut melebihi upah yang diterima karyawan, terutama bila pendapatan tinggi namun jumlah karyawan sedikit. Dalam hal ini Average Room Rate (ARR) hotel memegang peranan sangat penting, semakin tinggi ARR, jumlah kamar tersewa dan pendapatan lainnya (restoran, meeting, dll) maka semakin tinggi pula dana yang dapat dibagikan. Untuk hotel yang tarifnya tinggi namun pegawainya tidak terlalu banyak, umumnya uang servis yang diterima setiap karyawan bisa beberapa kali lipat dari UMP.

Seandainya Pemerintah mengeluarkan ketentuan yang sama untuk pengelolaan gedung (apartemen atau perkantoran misalnya, yang memang mengutip Service Charge juga kepada penghuninya), maka tingkat pelayanannya dapat dipastikan akan meningkat.

Namun siapa yang dapat memperjuangkan hal ini ? … kalau Hotel / Restoran memiliki organisasi PHRI yang sudah solid, bagaimana dengan pengelolaan gedung-gedung lainnya ?


Leave a Comment