Pro Kontra Memelihara Pet Di Apartemen


Kalau kita kumpulkan semua house rules yang dipakai apartemen di Jakarta, maka hampir seluruhnya pasti memuat pasal yang melarang penghuni membawa/memelihara hewan (pet) peliharaan di dalam unitnya (Larangan membawa/memelihara pet).

Tetapi kalau kita amati dengan seksama dan dengan waktu yang cukup, ternyata ada saja penghuni yang secara diam-diam atau terang-terangan mempunyai hewan peliharaan, seperti anjing, kucing, burung, bahkan ada juga yang memelihara ular, hamster, iguana dan lain-lain.

Dapat dipastikan juga, bahwa pengelola apartemen sudah pernah menegur mereka tetapi banyak alasan yang dikemukakan, antara lain anjing/kucing kesayangan ini sebagai teman saya tidur, tak apalah anjing saya ini kecil saja kok … tapi 3-4 bulan lagi bisa sebesar anjing Labrador yang gugukannya bisa membangunkan tetangga dari mimpi indahnya, dan masih banyak lagi alasan yang dapat diperdebatkan.

Sebetulnya apa sih sifat atau hal-hal yang mengganggu dan mendukung dengan adanya pet di dalam suatu apartemen?

Bagi yang kontra, pet dapat merupakan sumber penyakit (rabies, flu burung dan lain-lain), unit bau karena buang kotoran di mana-mana, berisik suaranya (mengganggu ketenangan penghuni lain), bahaya bisa menggigit, pet bisa merusak unit ataupun fasilitas umum.

Bagi yang pro, mereka adalah mahluk kesayangan bahkan seperti saudara atau anaknya sendiri, bagi penghuni yang cacat, mereka merupakan penjaga dan penolong, pet adalah makhluk peliharaan yang sangat friendly, bahkan orang dapat lebih jahat/buas dan penipu.

Ada pengelola apartemen yang membuat jalan tengah antara lain anjing kecil atau yang bobotnya tak lebih dari sekian kg boleh dipelihara di dalam unit dan suaranya tidak boleh terdengar dari luar unitnya. Tetapi tidak ada yang menjamin bahwa anjing besar menyebabkan kerusakan yang lebih besar daripada anjing kecil.

Marilah kita telaah apa saja yang perlu dipenuhi oleh pemilik anjing/kucing dan hewan itu sendiri:

Pet mereka tidak menyebarkan penyakit menular, diperlukan sertifikat vaksinasi dari dokter hewan praktek.

Pemilik harus menjaga kebersihan dan kotoran pet-nya.

Untuk melindungi penghuni lain, pet tidak boleh bersikap buas pada orang, khususnya pada waktu berada di area umum.

Keberadaan pet tidak boleh mengganggu penghuni lain.

Dengan perkembangan keadaan seperti saat ini, tidak tertutup kemungkinan adanya permintaan yang terus meningkat dari penghuni yang membawa hewan peliharaannya (paling banyak anjing dan kucing) hidup bersama di dalam unit mereka.

Apakah tidak sebaiknya kita pikirkan bagaimana membuat “Pet-Friendly Apartment”? —- Tentu saja diperlukan perubahan House Rule dahulu —-

Sumber ; Joko Budianto, BM apartemen di Jakarta.

Leave a Comment