Penghematan Energi Listrik

Energi listrik merupakan kebutuhan dasar sebuah gedung, bahkan untuk mall atau perkantoran bisa menghabiskan sampai 70% anggaran biaya operasionalnya.

Tarif dasar listrik yang selalu dikemas metode kenaikannya oleh PLN dalam berbagai bentuk beberapa tahun belakangan ini, cukup membuat kerepotan pemilik dan pengelola gedung. TDL memang tidak naik, tetapi beberapa kebijakan “adjustment” membuat biaya listrik yang harus dibayar konsumen naik terus.

Ujung-ujungnya biaya energi bangunan / gedung akan meningkat dan berimbas kepada end-user.  Bila formulanya tidak dapat diterima, maka tingkat hunian gedung akan turun.  Kalau sudah begini, bisnis akan terpengaruh.

Beberapa upaya dapat dilakukan untuk mengantisipasi, diantaranya ;

1. Penghematan operasional ; melalui re-skedul jadwal on-off semua peralatan listrik, penyesuaian suhu AC saat-saat tertentu (terik-mendung dan siang-malam), pemeriksaan kondisi peralatan sehingga tercapai efektivitas dan efisiensi penggunaan energi.  Untuk memastikan pelaksanaannya, hasilnya akan lebih baik bila menggunakan BAS (automation system)

2. Penggantian material / peralatan listrik ; melalui pemasangan lampu LED yang menghasilkan lumen lebih besar dengan daya lebih kecil dibanding lampu pijar, TL, bahkan PLC (penghematan biaya berkisar 25-50%).  Peralatan listrik yang menggunakan teknologi lama kerapkali juga menghabiskan energi lebih banyak tanpa disadari.  Kabel dan perangkat MCB sebagai penghantar aliran listrik juga memiliki batasan efektivitas penggunaannya, bila sudah lebih dari 20 tahun sebgaiknya diganti baru, dan bila sudah 30 tahun akan lebih rawan bahaya kebakaran.

3. Penggunaan bahan bakar ramah lingkungan ; hidrogen yang dipisahkan dari air (namun diseluruh dunia dilarang secara diam-diam)  dan gas dengan berbagai turunannya mampu menurunkan biaya energi dengan cukup signifikan, bahkan di Thailand seluruh kendaraan menggunakan gas sebagai bahan bakar mobilnya.  Untuk penggunaan di gedung, tentunya perlu dipertimbangkan jalur pipa gas terdekat untuk suplainya.

4. Penggunaan sumber energi terbarukan ; pemanfaatan sumber daya alam, seperti matahari, angin, ombak, dll. Panel surya yang sudah banyak digunakan saat ini, bahkan PLN sendiri sudah dapat menerima adanya instalasi panel surya dirumah rumah dengan pemasangan KWH meter export/import dengan catatan bila ada kelebihan daya tidak dibayar namun diperhitungkan pada beban bulan depan dan seterusnya. Kisaran biaya instalasi lengkap saat ini berkisar US$ 2,5 untuk setiap watt.

Dalam setiap upaya penghematan selalu memerlukan investasi / biaya tambahan yang harus diperhitungkan, apakah hasil akhirnya positif lebih hemat atau sebaliknya.  Apa yang cocok untuk diaplikasikan, tinggal mempersiapkan sumber daya manusia atau sumber dananya.

 

Categories: Apartment

Tinggalkan Balasan