Berkantor di Gedung

Semakin banyak pembangunan gedung perkantoran di kota kota besar, bahkan sudah mencapai pinggiran kota. Bagi yang tinggal diwilayah satelit kota besar, ini akan sangat menguntungkan karena bisa terbebas dari kemacetan.  Namun bagi yang bertugas di bagian pemasaran atau distribusi, menjangkau suatu titik pinggiran lainnya akan menjadi sangat jauh seolah jalan dari ujung ke ujung.

Banyak pertimbangan untuk berkantor di gedung perkantoran, misalnya ; usaha atau pekerjaan lebih cenderung bersifat administratif, lokasi yang radiusnya menjangkau wilayah yang diinginkan, prestis sudah menjadi kebutuhan, fleksibilitas ruang tersedia belasan m2 sampai belasan ribu m2, keamanan dan kenyamanan bekerja mengingat fasilitasnya memang disediakan khusus untuk itu, dansebagainya.

Kota-kota tertentu mensyaratkan lokasi perusahaan tidak diarea permukiman, sehingga pilihannya ke ruko, rukan, atau gedung perkantoran.  Untuk yang memiliki banyak kendaraan, pilihan ruko atau rukan menjadi sangat tidak menarik karena biasanya lahan parkir dibuat hanya sebatas muka bangunan masing-masing saja. Namun bila terkendala dana, tentu saja pilihan ruko dan rukan akan lebih ekonomis bila sesuai luasan yang dibutuhkan.

Biaya yang ditagihkan di gedung, biasanya sewa ruangan (rental charge) dan pelayanan (service charge), semua dihitung per m2.  Tarif sewa ruangan untuk mengembalikan biaya investasi pembuatan gedung, sedangkan biaya pelayanan untuk operasional gedung seperti keamanan dan kebersihan.  Ada juga biaya lainnya seperti parkir, dengan cara berlangganan (per-bulan) dan reguler (per-jam).  Kadang juga disediakan sarana promosi didepan gedung, bahkan ada pula yang menempatkan logo perusahaan di atap gedung.

Tentu saja keputusan ada di tangan penyandang dana perusahaan, bukan karyawan …

Categories: Apartment

Tinggalkan Balasan