Plus Minus Tinggal di Apartemen

Mulai menjadi pilihan yang rasional, tinggal di apartemen sangat menyenangkan bagi sebagian orang. Biasanya yang memiliki prioritas, diantaranya ; pasangan baru menikah, pekerja sementara waktu (ekspatriat luar maupun lokal), atau pekerja yang masih jomblo.

Beberapa pertimbangan, mengapa memilih tinggal di apartemen ; harga lebih terjangkau untuk lokasi perkotaan, akses transportasi umum, praktis karena tidak perlu memikirkan perawatan bangunan dan tanah karena sudah ada pengelola gedung, dekat dengan tempat kerja, keamanan dan privacy, keindahan dan kebersihan, kelengkapan gedung beserta fasilitas umum dan sosial, atau untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik karena terbebas dari kelelahan akibat kemacetan bila harus tinggal dipinggiran kota.

Namun demikian, bagi sebagian orang lainnya seperti keluarga besar atau yang senang berkebun misalnya, tinggal di apartemen bisa menjadi siksaan tersendiri.

Beberapa hal harus dipikirkan sebelumnya jika ingin tinggal di apartemen, misalnya ; iuran biaya perawatan (maintenance fee atau Iuran Pengelolaan Lingkungan) dan Iuran Dana Cadangan (sinking fund) serta iuran-iuran lainnya (PBB, asuransi gedung, dll) yang telah ditentukan besarnya tergantung luas lantai masing-masing unit.  Kemudian ada yang namanya peraturan penghuni (house rule), berisi tentang penggunaan fasilitas bersama, larangan memelihara hewan misalnya atau tidak bisa bercocok tanam bagi yang menyukai tanaman, tingkat sosialisasi antar penghuni lebih rendah dibanding perumahan biasa, maupun jika berlaku kondisi darurat misalnya gempa bumi.

Yang jelas, membeli unit apartemen secara investasi jangka panjang tidak lebih menguntungkan dibanding rumah biasa karena nilai tanah semakin lama semakin tinggi.

Penting diperhatikan apabila berniat membeli sebuah apartemen, terutama ; siapa pengembangnya (developer) yang memiliki nama besar biasanya tidak berani main-main, kelengkapan perijinan dan surat-surat yang diperlukan untuk mendirikan apartemen, ketersediaan air dan listrik beserta cadangannya, rasio perparkiran terhadap total jumlah unit, sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran atau situasi darurat lainnya, atau fasilitas apa saja yang disediakan bagi penghuni.

Bila bukan membeli unit apartemen baru, lebih banyak hal yang harus diperhatikan. Bagaimana Perhimpunan Penghuninya, siapa pengelolanya, bagaimana kondisi fasilitas bersama terutama yang terkait dengan perawatan peralatan gedung, isu apa saja yang berkembang, dan sebagainya.

Di Jakarta ada beberapa apartemen yang tidak boleh ditinggali oleh penghuninya untuk sementara waktu akibat terjadinya kebakaran di suatu titik.  Namun demikian, banyak apartemen yang dapat memanjakan penghuninya dan pemilik yang merasakan nikmatnya menyewakan unit apartemen.

Categories: Apartment

Tinggalkan Balasan